
Publikasi pada jurnal ilmiah bereputasi merupakan salah satu indikator akademik yang penting, baik bagi mahasiswa, dosen, maupun peneliti. Namun, sebelum naskah diperiksa reviewer, terdapat proses seleksi awal yang dilakukan oleh editor, yaitu desk evaluation. Tahap ini menentukan apakah artikel diteruskan ke peer review atau langsung ditolak tanpa komentar mendalam. Karena itu, memahami Strategi Menghindari Desk Reject menjadi langkah fundamental bagi siapa pun yang ingin menembus jurnal bereputasi. Tidak hanya tentang kelayakan isi, tetapi juga ketepatan penyesuaian terhadap pedoman editorial yang telah ditetapkan masing-masing jurnal.
Desk reject umumnya terjadi bukan karena kualitas riset buruk, tetapi karena penulis tidak mengikuti standar awal yang menjadi syarat editor. Pada tahap ini, editor hanya memiliki waktu singkat menilai kecocokan dan kelayakan artikel. Kesalahan teknis, format yang tidak sesuai, atau topik yang keluar dari fokus jurnal seringkali langsung memutus peluang publikasi. Selain itu, kurangnya kohesi tulisan, ketidakjelasan abstrak, atau pengutipan literatur yang tidak mutakhir juga dapat mempercepat keputusan penolakan. Dengan kata lain, naskah yang tidak menunjukkan kesiapan akademik dan ketertataan struktur biasanya dianggap belum layak meneruskan proses evaluasi akademik lanjutan.
1. Pentingnya Menerapkan Strategi Menghindari Desk Reject
Kesadaran mengenai Strategi Menghindari Desk Reject membuat penulis memiliki arah sebelum mengirim naskah. Banyak peneliti pemula beranggapan bahwa artikel berkualitas otomatis diterima. Padahal, jurnal bereputasi tidak hanya menilai kualitas data, tetapi juga kejelasan sistematika, state of the art, dan kesesuaian dengan pedoman editorial.
Alasan pentingnya strategi ini antara lain:
- Meningkatkan kemungkinan naskah masuk tahap review
- Menghemat waktu publikasi
- Mengurangi risiko revisi berulang
- Menyesuaikan standar internasional penulisan akademik
Tanpa strategi yang tepat, penelitian sebaik apa pun dapat terhenti di pintu awal.
2. Memahami Scope Jurnal sebagai Strategi Menghindari Desk Reject
Salah satu penyebab desk reject terbesar adalah ketidakselarasan tema artikel dengan scope jurnal. Setiap jurnal memiliki wilayah cakupan yang sangat spesifik. Jika naskah tidak sesuai payung tema, editor tidak akan melanjutkan ke reviewer meskipun naskah disusun secara ilmiah.
Langkah penting yang dapat dilakukan:
- Pelajari aims and scope jurnal secara detail
- Pastikan variabel, konteks, dan objek penelitian sesuai fokus
- Analisis isu aktual yang diterbitkan dalam 3 tahun terakhir
- Cek tren riset terbaru untuk menghindari duplikasi tema
Penulis perlu memastikan bahwa penelitian tidak sekadar relevan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap fokus pengembangan ilmu jurnal tersebut.
3. Kepatuhan Template sebagai Strategi Menghindari Desk Reject
Editor menilai kerapian sebagai bentuk penghormatan penulis terhadap sistem editorial. Kesalahan dasar seperti font, margin, sistem sitasi, atau penempatan tabel sering menjadi alasan penolakan awal.
Prinsip teknis yang harus ditaati:
| Komponen | Detail |
|---|---|
| Font | Umumnya Times New Roman 12 atau sesuai pedoman |
| Spasi | 1,15–1,5 tergantung jurnal |
| Sitasi | APA, IEEE, MLA, Chicago, atau format khusus jurnal |
| Gambar/Tabel | Harus original, jelas, dan resolusi tinggi |
| Struktur | Title, Abstract, Introduction, Methods, Results, Discussion, Conclusion, References |
Ketelitian ini menunjukkan komitmen profesional dan meningkatkan peluang lolos seleksi awal.
4. Kualitas Abstrak sebagai Strategi Menghindari Desk Reject
Bagian pertama yang dibaca editor adalah abstrak. Bahkan sebelum menilai isi artikel, editor memutuskan apakah penelitian layak masuk tahap berikutnya hanya dari 200–250 kata awal ini.
Ciri abstrak berkualitas:
- Memuat tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan secara ringkas
- Tidak bertele-tele
- Mengandung keywords berbasis SEO akademik
- Menjawab urgensi penelitian
- Menunjukkan kebaruan (novelty)
Jika abstrak tidak menggambarkan arah riset secara jelas, desk reject sangat mungkin terjadi.
5. Kebaruan Ilmiah dalam Strategi Menghindari Desk Reject
Konsep kebaruan menjadi inti penilaian dalam publikasi akademik. Editor mencari riset dengan sudut pandang baru, metode inovatif, atau temuan yang memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu.
Wujud kebaruan yang dapat dihadirkan:
- Penguatan perspektif baru pada teori lama
- Model analisis yang belum diterapkan pada konteks tertentu
- Pembaruan variabel penelitian
- Penambahan pendekatan metodologis
- Sintesis konseptual baru dari literatur sebelumnya
Jika artikel hanya mengulang penelitian terdahulu tanpa pembaruan, maka kemungkinan besar ditolak sebelum masuk review.
6. Kekuatan Tinjauan Pustaka dalam Strategi Menghindari Desk Reject
Tinjauan pustaka tidak hanya memuat rangkuman penelitian, tetapi juga menunjukkan kemampuan penulis menganalisis perkembangan konsep ilmiah dalam bidangnya.
Cara menguatkan literatur:
- Gunakan jurnal bereputasi 5–10 tahun terakhir
- Sertakan state of the art riset
- Hindari dominasi sitasi dari blog atau sumber non-akademik
- Sajikan gap riset secara analitis
Jika editor tidak melihat argumentasi kuat dalam tinjauan pustaka, desk reject dilakukan karena artikel dianggap tidak memiliki pijakan teoretis memadai.
7. Ketepatan Metode sebagai Strategi Menghindari Desk Reject
Metode merupakan landasan ilmiah penelitian. Editor akan menolak jika metode tidak relevan dengan tujuan penelitian, tidak terukur, atau tidak konsisten.
Pastikan:
- Desain penelitian sesuai variabel
- Proses pengumpulan dan analisis data jelas
- Indikator pengukuran valid dan reliabel
- Penjelasan metode ringkas namun lengkap
Metode yang kabur membuat penelitian kehilangan legitimasi ilmiah.
8. Kejelasan Bahasa dalam Strategi Menghindari Desk Reject
Kesalahan gramatikal, istilah yang tumpang tindih, atau paragraf bertele-tele dapat menghalangi editor memahami konteks penelitian.
Cara memperbaiki:
- Gunakan bahasa akademik ringkas dan konsisten
- Hindari kalimat terlalu panjang
- Gunakan software proofreading yang legal
- Periksa kembali tanda baca, ejaan, dan struktur kalimat
Bahasa yang baik mencerminkan pemikiran yang terstruktur.
9. Etika Publikasi sebagai Strategi Menghindari Desk Reject
Selain teknis, editor menilai integritas penulis. Pelanggaran etik menjadi penyebab penolakan langsung, seperti:
- Plagiasi
- Manipulasi data
- Duplikasi naskah
- Publikasi ganda
- Fabrication atau falsification
Semua proses penelitian harus transparan, termasuk persetujuan etis jika melibatkan responden manusia.
10. Relevansi Kontribusi sebagai Strategi Menghindari Desk Reject
Editor ingin melihat dampak nyata penelitian, baik dalam akademik maupun praktik. Artikel yang menjelaskan kontribusi dengan jelas lebih berpeluang lolos karena menunjukkan bahwa penelitian tidak sekadar mengulang temuan terdahulu, tetapi memberikan nilai tambah bagi pengembangan ilmu maupun pemecahan persoalan riil di lapangan. Di tahap seleksi awal, editor biasanya memeriksa apakah temuan tersebut memiliki urgensi, kebermanfaatan, serta potensi digunakan sebagai dasar pengembangan riset lanjutan.
Jenis kontribusi:
- Teoretis: memperkaya literatur dan memperluas konsep yang sudah ada melalui pendekatan baru atau perspektif yang lebih mendalam.
- Empiris: memperkuat bukti ilmiah melalui data yang valid, reliabel, serta mencerminkan kondisi aktual dan relevan untuk pengembangan penelitian selanjutnya.
- Kebijakan: menjadi dasar rekomendasi regulasi atau pembaruan kebijakan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, industri, atau pemerintahan.
- Praktis: menawarkan solusi yang terukur terhadap permasalahan lapangan, sehingga hasil riset tidak berhenti pada tataran konsep, namun dapat diterapkan dalam praktik.
- Metodologis: meningkatkan kualitas analisis melalui pendekatan baru, modifikasi teknik pengukuran, atau model analisis yang memberikan validitas lebih tinggi.
Semakin kuat kontribusi, semakin tinggi peluang publikasi, sebab editor akan melihat bahwa penelitian tersebut tidak hanya selesai pada tingkat akademik, tetapi juga berfungsi sebagai jembatan antara teori, data, dan kebutuhan sosial maupun ilmiah saat ini.
Kesimpulan
Strategi Menghindari Desk Reject bukan hanya soal teknis penulisan, tetapi juga soal etika, ketelitian, dan pemahaman mendalam terhadap proses editorial jurnal ilmiah. Penulis perlu memastikan kesesuaian dengan scope, mematuhi template, menyajikan abstrak efektif, memperkuat kebaruan, menata literatur, menjelaskan metode rinci, menggunakan bahasa akademik, serta menjaga integritas ilmiah.
Dengan persiapan matang dan mengikuti standar internasional, peluang naskah masuk tahap peer review meningkat signifikan. Setiap detail menjadi cerminan profesionalisme penulis dan penghormatan terhadap proses publikasi ilmiah.
Butuh bantuan revisi naskah jurnal atau pengecekan format agar lolos seleksi awal? Hubungi kami untuk konsultasi penyusunan artikel ilmiah secara profesional dan terarah.
Baca Juga : Memahami Mekanisme Akreditasi Jurnal SINTA bagi Mahasiswa

