
Pendahuluan
Akreditasi jurnal ilmiah melalui Science and Technology Index (SINTA) bukanlah pencapaian yang bersifat permanen. Setiap jurnal yang telah terakreditasi akan menghadapi fase re-accreditation atau reakreditasi sebagai bentuk evaluasi berkelanjutan atas mutu pengelolaan dan kualitas publikasi. Dalam konteks ini, kesiapan pengelola jurnal re-akreditasi SINTA menjadi faktor krusial yang menentukan keberlangsungan dan reputasi jurnal ilmiah di tingkat nasional.
Banyak jurnal mengalami penurunan peringkat bahkan kehilangan status akreditasi bukan karena kualitas artikel semata, melainkan akibat lemahnya manajemen jurnal, ketidakkonsistenan penerbitan, serta kurangnya pemahaman terhadap instrumen penilaian terbaru. Oleh karena itu, pengelola jurnal dituntut tidak hanya memahami aspek teknis, tetapi juga memiliki strategi jangka panjang yang terstruktur dan berkelanjutan.
Artikel ini membahas secara komprehensif bagaimana kesiapan pengelola jurnal re-akreditasi SINTA dapat dibangun melalui penguatan tata kelola, peningkatan kualitas editorial, optimalisasi teknologi OJS, serta pemenuhan indikator penilaian SINTA secara sistematis.
Memahami Urgensi Kesiapan Pengelola Jurnal Re-Akreditasi SINTA
Re-akreditasi SINTA merupakan proses evaluasi ulang yang menilai konsistensi mutu jurnal dalam periode tertentu. Dalam tahap ini, kesiapan pengelola jurnal re-akreditasi SINTA tidak dapat dilakukan secara mendadak atau insidental, melainkan harus direncanakan jauh hari sebelum masa pengajuan.
Urgensi kesiapan ini terletak pada beberapa aspek utama. Pertama, hasil reakreditasi berdampak langsung pada kepercayaan penulis dan institusi. Jurnal dengan peringkat SINTA yang stabil atau meningkat cenderung menjadi pilihan utama bagi peneliti. Kedua, akreditasi SINTA berpengaruh terhadap penilaian kinerja dosen, lembaga, dan program studi. Ketiga, status akreditasi menjadi indikator profesionalisme pengelolaan jurnal ilmiah.
Tanpa kesiapan yang matang, jurnal berisiko mengalami penurunan kualitas administratif maupun substansi ilmiah. Oleh sebab itu, pemahaman mendalam terhadap urgensi kesiapan menjadi fondasi awal sebelum melangkah ke tahap teknis re-akreditasi.
Kesiapan Pengelola Jurnal Re-Akreditasi SINTA dari Aspek Tata Kelola
Salah satu komponen terpenting dalam penilaian SINTA adalah tata kelola jurnal. Kesiapan pengelola jurnal re-akreditasi SINTA dalam aspek ini mencerminkan profesionalisme dan kredibilitas penerbit.
Tata kelola jurnal mencakup kejelasan struktur organisasi, pembagian tugas editor, reviewer, dan manajer jurnal. Pengelola perlu memastikan bahwa seluruh peran memiliki deskripsi tugas yang jelas dan terdokumentasi dengan baik. Selain itu, konsistensi penerbitan sesuai jadwal menjadi indikator utama yang sering kali menjadi titik lemah jurnal.
Kesiapan tata kelola juga ditunjukkan melalui transparansi kebijakan, seperti kebijakan peer review, etika publikasi, dan penanganan konflik kepentingan. Dokumen-dokumen ini harus ditampilkan secara jelas di laman jurnal agar dapat diakses oleh publik dan asesor.
Kesiapan Pengelola Jurnal Re-Akreditasi SINTA dalam Kualitas Editorial
Selain tata kelola, kualitas editorial merupakan faktor penentu dalam kesiapan pengelola jurnal re-akreditasi SINTA. Aspek ini mencakup kualitas seleksi naskah, ketepatan proses review, serta kompetensi dewan editor dan mitra bestari.
Pengelola jurnal perlu memastikan bahwa editor dan reviewer memiliki rekam jejak akademik yang relevan dan dapat diverifikasi. Keberagaman afiliasi, baik secara institusi maupun geografis, menjadi nilai tambah dalam penilaian. Hal ini menunjukkan bahwa jurnal tidak bersifat eksklusif dan memiliki jejaring ilmiah yang luas.
Kualitas editorial juga tercermin dari ketepatan waktu proses review dan publikasi. Proses yang terlalu lama menunjukkan lemahnya manajemen editorial dan dapat berdampak negatif terhadap penilaian re-akreditasi.
Optimalisasi OJS sebagai Bagian dari Kesiapan Pengelola Jurnal Re-Akreditasi SINTA
Pemanfaatan Open Journal Systems (OJS) secara optimal menjadi indikator penting dalam kesiapan pengelola jurnal re-akreditasi SINTA. OJS bukan hanya platform publikasi, tetapi juga alat manajemen jurnal yang mendukung transparansi dan akuntabilitas.
Pengelola jurnal harus memastikan bahwa seluruh fitur OJS digunakan secara maksimal, mulai dari submission online, workflow editorial, hingga arsip digital. Metadata artikel harus diisi dengan lengkap dan konsisten, termasuk abstrak bilingual, kata kunci, serta referensi yang terstruktur.
Selain itu, tampilan dan navigasi website jurnal juga memengaruhi penilaian. Website yang rapi, informatif, dan mudah diakses menunjukkan kesiapan teknis yang baik. Keamanan sistem, pembaruan versi OJS, serta ketersediaan backup data juga menjadi bagian dari kesiapan yang tidak boleh diabaikan.
Kesiapan Pengelola Jurnal Re-Akreditasi SINTA dalam Mutu Substansi Artikel
Mutu artikel yang diterbitkan tetap menjadi inti dari kesiapan pengelola jurnal re-akreditasi SINTA. Pengelola perlu memastikan bahwa artikel yang dipublikasikan memiliki kontribusi ilmiah yang jelas, metodologi yang kuat, serta relevansi dengan fokus dan ruang lingkup jurnal.
Proses seleksi naskah harus dilakukan secara ketat untuk menghindari publikasi artikel yang tidak memenuhi standar ilmiah. Penggunaan perangkat pendeteksi plagiarisme menjadi langkah wajib dalam menjaga integritas akademik. Selain itu, konsistensi gaya selingkung dan kualitas bahasa juga menjadi perhatian dalam penilaian.
Kesiapan dalam aspek substansi juga mencakup keberagaman topik dan penulis. Jurnal yang hanya didominasi oleh penulis internal institusi sering kali mendapatkan catatan dalam proses re-akreditasi.
Strategi Berkelanjutan untuk Meningkatkan Kesiapan Pengelola Jurnal Re-Akreditasi SINTA
Kesiapan pengelola jurnal re-akreditasi SINTA tidak cukup dilakukan menjelang masa pengajuan saja. Diperlukan strategi berkelanjutan agar kualitas jurnal terus meningkat secara konsisten.
Strategi tersebut meliputi evaluasi internal secara berkala, pelatihan bagi editor dan reviewer, serta benchmarking dengan jurnal yang memiliki peringkat lebih tinggi. Pengelola juga perlu aktif mengikuti perkembangan kebijakan akreditasi dan pembaruan instrumen penilaian SINTA.
Kolaborasi dengan komunitas akademik, asosiasi jurnal, dan lembaga pengindeks juga menjadi strategi penting dalam memperkuat posisi jurnal. Dengan pendekatan berkelanjutan, kesiapan tidak lagi menjadi beban menjelang re-akreditasi, melainkan menjadi budaya kerja jurnal.
Tantangan Umum dalam Kesiapan Pengelola Jurnal Re-Akreditasi SINTA
Meskipun urgensi kesiapan sudah dipahami, pengelola jurnal sering menghadapi berbagai tantangan. Keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya komitmen tim editorial, serta minimnya dukungan institusi menjadi hambatan utama.
Selain itu, perubahan kebijakan dan indikator penilaian SINTA menuntut pengelola untuk selalu adaptif. Tanpa kesiapan mental dan manajerial, perubahan ini dapat menjadi tekanan yang mengganggu stabilitas pengelolaan jurnal.
Menghadapi tantangan tersebut, pengelola perlu membangun komunikasi internal yang kuat dan memperoleh dukungan penuh dari pimpinan institusi. Kesiapan pengelola jurnal re-akreditasi SINTA tidak dapat berdiri sendiri tanpa ekosistem pendukung yang solid.
Peran Kepemimpinan dalam Kesiapan Pengelola Jurnal Re-Akreditasi SINTA
Kepemimpinan editor in chief atau manajer jurnal memiliki peran sentral dalam kesiapan pengelola jurnal re-akreditasi SINTA. Kepemimpinan yang visioner mampu menggerakkan tim untuk bekerja secara konsisten dan berorientasi pada mutu.
Pemimpin jurnal perlu memiliki pemahaman menyeluruh tentang sistem akreditasi, mampu mengambil keputusan strategis, serta menjalin jejaring dengan berbagai pemangku kepentingan. Kepemimpinan yang kuat juga menciptakan budaya kerja yang disiplin dan profesional.
Tanpa kepemimpinan yang efektif, berbagai upaya peningkatan kesiapan akan sulit terkoordinasi dan berkelanjutan.
Kesimpulan
Kesiapan pengelola jurnal re-akreditasi SINTA merupakan proses komprehensif yang mencakup tata kelola, kualitas editorial, optimalisasi teknologi, serta mutu substansi artikel. Kesiapan ini tidak dapat dibangun secara instan, melainkan melalui perencanaan strategis dan komitmen jangka panjang.
Dengan kesiapan yang matang, pengelola jurnal tidak hanya mampu mempertahankan status akreditasi, tetapi juga meningkatkan peringkat dan reputasi jurnal di tingkat nasional. Lebih dari itu, kesiapan tersebut berkontribusi langsung pada penguatan ekosistem publikasi ilmiah yang berkualitas dan berintegritas.
Bagi pengelola jurnal, menjadikan kesiapan sebagai budaya kerja adalah kunci utama untuk menghadapi re-akreditasi SINTA dengan percaya diri dan profesional.
Butuh pendampingan jurnal untuk menghadapi re-akreditasi SINTA?
Hubungi kami sekarang untuk konsultasi pengelolaan jurnal, optimasi OJS, dan strategi peningkatan peringkat SINTA secara profesional.
Baca Juga : Perubahan standar akreditasi jurnal sinta

