Scope dan Focus Jurnal: Tips Menyesuaikan Artikel agar Lolos Review

Menyesuaikan artikel dengan scope dan focus jurnal menjadi salah satu faktor penentu diterima atau ditolaknya sebuah naskah ilmiah. Banyak penulis merasa artikelnya sudah berkualitas, metodologinya kuat, dan referensinya relevan. Namun, editor tetap menolak naskah tersebut karena tidak sesuai dengan ruang lingkup jurnal yang dituju. Kondisi ini sering terjadi, terutama pada penulis pemula yang belum memahami strategi pemilihan jurnal secara tepat.

Artikel ini membahas secara mendalam langkah-langkah praktis untuk menyesuaikan artikel dengan scope & focus jurnal. Dengan memahami konsep ini secara benar, peluang artikel lolos seleksi awal editor akan meningkat secara signifikan. Selain itu, penulis juga dapat menghemat waktu, tenaga, dan biaya publikasi.

Memahami Scope dan Focus Jurnal Sejak Awal

Memahami scope dan focus jurnal harus dilakukan sebelum menulis atau setidaknya sebelum mengirimkan artikel. Scope menunjukkan batasan bidang kajian yang diterima jurnal, sedangkan focus menjelaskan topik spesifik yang menjadi perhatian utama jurnal tersebut. Keduanya saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan karena menentukan relevansi ilmiah naskah.

Banyak jurnal menampilkan scope & focus secara eksplisit pada halaman “Aims and Scope”. Oleh karena itu, penulis perlu membaca bagian tersebut dengan cermat dan teliti. Jangan hanya membaca judul jurnal atau melihat indeksasi saja. Sebaliknya, pahami arah keilmuan yang ingin dikembangkan oleh jurnal tersebut secara menyeluruh.

Selain itu, penulis sebaiknya mencocokkan tujuan penelitian dengan misi jurnal. Jika tujuan penelitian tidak sejalan dengan misi jurnal, kemungkinan besar artikel akan ditolak pada tahap desk review. Dengan kata lain, pemahaman awal akan scope dan focus jurnal membantu penulis menentukan apakah jurnal tersebut layak menjadi target publikasi sejak awal.

Cara Mengidentifikasi Scope & Focus Jurnal yang Relevan

Mengidentifikasi scope & focus jurnal yang relevan membutuhkan ketelitian juga kesabaran. Pertama, penulis perlu membaca deskripsi jurnal secara menyeluruh sebelum menentukan target publikasi. Jangan melewatkan satu paragraf pun, karena setiap detail menggambarkan karakter jurnal tersebut serta bidang kajian yang diutamakan editor.

Kedua, perhatikan kata kunci yang sering muncul pada deskripsi scope dan focus. Kata-kata ini biasanya mencerminkan tema utama jurnal dan arah keilmuan yang dikembangkan. Selanjutnya, bandingkan kata kunci tersebut dengan topik artikel yang akan dikirimkan secara objektif. Jika kesesuaiannya tinggi, maka jurnal tersebut layak dipertimbangkan sebagai tujuan publikasi.

Ketiga, penulis dapat meninjau artikel-artikel terbaru yang telah diterbitkan dalam beberapa edisi terakhir. Langkah ini sangat efektif karena menunjukkan fokus aktual jurnal, bukan hanya deskripsi formalnya. Dengan melihat pola topik artikel, metode, dan isu yang diangkat, penulis dapat memahami kecenderungan editorial jurnal tersebut secara lebih akurat.

Menyesuaikan Topik Artikel dengan Scope & Focus Jurnal

Menyesuaikan topik artikel dengan scope dan focus jurnal tidak selalu berarti mengubah keseluruhan penelitian yang telah dilakukan. Dalam banyak kasus, penulis hanya perlu menyesuaikan sudut pandang pembahasan agar selaras dengan arah jurnal. Misalnya, penelitian yang bersifat umum dapat difokuskan pada aspek tertentu yang relevan dengan jurnal tujuan tanpa mengubah substansi utama penelitian.

Selain itu, judul artikel perlu disesuaikan agar mencerminkan fokus jurnal secara jelas dan spesifik. Judul yang terlalu luas sering kali membuat editor ragu terhadap relevansi naskah dan kontribusi ilmiahnya. Oleh sebab itu, gunakan istilah yang selaras dengan istilah yang sering digunakan jurnal tersebut agar judul terlihat lebih kontekstual dan tepat sasaran.

Penulis juga dapat menyesuaikan rumusan masalah dan tujuan penelitian agar lebih terarah. Dengan demikian, artikel terlihat lebih spesifik, sistematis, dan kontekstual sesuai kebutuhan jurnal. Langkah ini membantu editor memahami bahwa artikel memang ditujukan untuk jurnal mereka, bukan sekadar kiriman massal tanpa penyesuaian yang matang.

Menyelaraskan Pendahuluan dengan Scope dan Focus Jurnal

Pendahuluan menjadi bagian pertama yang dibaca editor saat menilai kelayakan sebuah naskah. Oleh karena itu, penyesuaian scope & focus jurnal harus terlihat jelas sejak awal pada bagian ini. Pendahuluan sebaiknya memuat latar belakang masalah yang relevan dengan isu utama jurnal, disertai konteks keilmuan yang aktual dan jelas.

Gunakan referensi dari jurnal yang sejenis atau, jika memungkinkan, dari jurnal target itu sendiri secara selektif. Strategi ini menunjukkan bahwa penulis memahami diskursus ilmiah yang sedang berkembang di jurnal tersebut. Selain itu, editor akan menilai artikel lebih kontekstual, relevan, dan memiliki keterkaitan langsung dengan tema jurnal.

Transisi antar paragraf dalam pendahuluan juga perlu diperhatikan agar alur tulisan terasa logis. Gunakan kata transisi seperti “selain itu”, “lebih lanjut”, dan “oleh karena itu” secara proporsional. Pendahuluan yang terstruktur dengan baik akan meningkatkan kesan profesional pada artikel serta memudahkan editor memahami arah dan tujuan penulisan.

Menyesuaikan Pembahasan agar Sesuai Scope dan Focus Jurnal

Bagian pembahasan harus menunjukkan kontribusi artikel terhadap scope dan focus jurnal secara jelas dan terukur. Jangan membahas hal-hal yang berada di luar ruang lingkup jurnal, meskipun topik tersebut menarik untuk dikaji. Fokuskan analisis pada aspek yang relevan dan secara langsung mendukung tujuan serta arah keilmuan jurnal.

Penulis perlu mengaitkan temuan penelitian dengan isu-isu yang sering dibahas dalam jurnal tersebut agar pembahasan terasa kontekstual. Dengan demikian, artikel terasa lebih menyatu dengan konten jurnal secara keseluruhan. Selain itu, hindari pembahasan yang terlalu deskriptif tanpa analisis mendalam, interpretasi kritis, dan keterkaitan teori.

Gunakan bahasa yang jelas dan aktif agar pembahasan mudah dipahami oleh pembaca. Kalimat aktif membantu pembaca mengikuti argumen penulis dengan lebih baik dan lebih persuasif. Akibatnya, kualitas tulisan meningkat, alur argumentasi lebih kuat, dan peluang artikel diterima pun semakin besar.

Menyesuaikan Referensi dengan Scope & Focus Jurnal

Referensi berperan penting dalam menunjukkan kesesuaian artikel dengan scope dan focus jurnal secara akademik. Editor sering menilai relevansi referensi untuk melihat sejauh mana artikel berkontribusi pada bidang kajian jurnal dan mengikuti perkembangan penelitian terkini.

Sebaiknya gunakan referensi yang berasal dari jurnal bereputasi dan relevan dengan topik penelitian. Jika memungkinkan, sertakan beberapa referensi dari jurnal target atau jurnal sejenis yang memiliki fokus keilmuan serupa. Langkah ini menunjukkan bahwa artikel berdialog secara aktif dengan penelitian yang telah diterbitkan sebelumnya.

Selain itu, perhatikan gaya sitasi yang digunakan jurnal secara konsisten. Kesalahan kecil dalam penulisan referensi dapat memberikan kesan kurang teliti dan tidak profesional. Oleh karena itu, pastikan seluruh referensi ditulis sesuai dengan pedoman jurnal agar naskah terlihat rapi, kredibel, dan siap untuk proses review.

Kesalahan Umum dalam Menyesuaikan Scope dan Focus Jurnal

Banyak penulis melakukan kesalahan saat menyesuaikan scope dan focus jurnal. Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah mengirim artikel ke jurnal yang terlalu umum atau terlalu spesifik tanpa mempertimbangkan karakter jurnal. Akibatnya, artikel tidak menemukan tempat yang tepat.

Kesalahan lain adalah hanya menyesuaikan judul tanpa menyesuaikan isi artikel secara substansial. Editor dapat dengan mudah mengenali praktik ini sejak tahap awal seleksi. Oleh karena itu, penyesuaian harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pendahuluan hingga kesimpulan.

Selain itu, penulis sering mengabaikan pedoman penulisan jurnal yang telah ditetapkan. Padahal, pedoman tersebut mencerminkan standar dan fokus jurnal secara jelas. Dengan mengikuti pedoman secara konsisten dan teliti, peluang artikel diterima akan meningkat secara signifikan.

Strategi Akhir agar Artikel Sesuai Scope & Focus Jurnal

Sebagai strategi akhir, penulis sebaiknya melakukan evaluasi mandiri sebelum mengirimkan artikel. Tanyakan pada diri sendiri apakah artikel benar-benar relevan dengan scope & focus jurnal yang dituju. Jika ragu, lakukan penyesuaian ulang.

Penulis juga dapat meminta pendapat rekan sejawat atau konsultan akademik. Masukan dari pihak lain sering membantu melihat kekurangan yang tidak disadari. Dengan demikian, artikel dapat disempurnakan sebelum dikirimkan.

Menyesuaikan artikel dengan scope dan focus jurnal memang membutuhkan usaha ekstra. Namun, usaha tersebut sebanding dengan peluang publikasi yang lebih besar. Dengan strategi yang tepat, artikel tidak hanya lolos seleksi editor, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Ingin memastikan artikel kamu benar-benar sesuai dengan scope dan focus jurnal tujuan? Hubungi nomor ini sekarang untuk konsultasi dan pendampingan publikasi agar peluang terbit semakin besar.

Baca juga : Teknik Parafrase agar Artikel Jurnal Tidak Plagiasi

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top