
Banyak penulis merasa bingung ketika artikel jurnal ditolak meskipun seluruh bagian sudah lengkap dan tersusun sistematis. Pendahuluan sudah ada, metode jelas, pembahasan panjang, dan referensi tercantum rapi sesuai format. Namun, kelengkapan struktur ternyata tidak selalu menjamin artikel dapat diterima oleh editor jurnal. Penolakan sering terjadi bukan karena isi kurang banyak, melainkan karena kualitas, relevansi, dan kesesuaian artikel dengan standar jurnal yang dituju.
Fenomena ini umum dialami mahasiswa, dosen pemula, hingga peneliti yang baru pertama kali mengirim artikel ke jurnal bereputasi. Oleh karena itu, memahami alasan penolakan menjadi langkah penting agar kesalahan serupa tidak terulang pada pengiriman berikutnya. Artikel ini membahas secara mendalam penyebab utama artikel jurnal ditolak meski tampak lengkap secara teknis dan administratif.
Artikel Jurnal Ditolak karena Tidak Sesuai Scope dan Focus
Salah satu penyebab utama artikel jurnal ditolak adalah ketidaksesuaian dengan scope dan focus jurnal yang dituju. Banyak penulis memilih jurnal hanya berdasarkan indeksasi atau reputasi tanpa mencocokkan topik penelitian secara mendalam. Akibatnya, editor langsung menolak naskah pada tahap awal karena dianggap tidak relevan.
Editor menilai kesesuaian topik sejak membaca judul dan abstrak sebagai tahap seleksi pertama. Jika artikel tidak sejalan dengan arah keilmuan jurnal, editor tidak akan melanjutkan ke tahap review oleh reviewer. Oleh karena itu, penulis perlu membaca halaman aims and scope jurnal secara menyeluruh dan kritis sebelum mengirimkan naskah.
Selain itu, penyesuaian tidak cukup dilakukan pada judul saja. Seluruh isi artikel, mulai dari pendahuluan hingga pembahasan, harus mencerminkan fokus jurnal secara konsisten. Dengan demikian, artikel terlihat memang ditujukan untuk jurnal tersebut, bukan sekadar kiriman acak tanpa strategi publikasi yang jelas.
Artikel Jurnal Ditolak karena Kontribusi Ilmiah Lemah
Alasan lain artikel jurnal ditolak adalah kontribusi ilmiah yang dinilai rendah oleh editor dan reviewer. Artikel mungkin lengkap secara struktur dan sistematika, tetapi tidak menawarkan kebaruan atau nilai tambah yang signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Editor dan reviewer mencari artikel yang mampu menjawab celah penelitian tertentu, bukan sekadar mengulang penelitian lama dengan objek atau lokasi berbeda.
Kontribusi ilmiah dapat berupa pendekatan baru, konteks penelitian yang berbeda, penguatan teori tertentu, atau sudut pandang unik terhadap fenomena yang sudah ada. Tanpa kontribusi yang jelas dan terukur, artikel akan sulit bersaing dengan naskah lain yang masuk ke jurnal yang sama. Oleh karena itu, penulis perlu menegaskan unsur novelty sejak pendahuluan secara eksplisit dan logis.
Selain itu, kontribusi ilmiah harus dijelaskan secara konsisten dalam pembahasan dan ditegaskan kembali pada bagian kesimpulan. Jangan biarkan reviewer menebak sendiri nilai artikel yang ditulis. Penjelasan yang lugas, terarah, dan relevan dengan fokus jurnal akan meningkatkan peluang artikel diterima dan diproses lebih lanjut.
Ditolak akibat Pendahuluan Tidak Fokus
Pendahuluan sering menjadi alasan artikel jurnal ditolak karena terlalu panjang tetapi tidak fokus pada inti masalah penelitian. Banyak penulis menuliskan latar belakang secara umum, melebar ke berbagai isu, tanpa mengerucutkan konteks penelitian yang spesifik. Akibatnya, editor kesulitan memahami urgensi penelitian dan relevansinya dengan bidang kajian jurnal.
Pendahuluan yang baik harus mengalir dari umum ke khusus secara sistematis. Gunakan transisi seperti “selain itu”, “lebih lanjut”, dan “oleh karena itu” untuk membangun logika dan keterkaitan antar paragraf. Dengan alur yang jelas dan terstruktur, editor akan lebih mudah memahami posisi penelitian dalam diskursus ilmiah yang ada.
Selain itu, pendahuluan perlu diakhiri dengan tujuan penelitian yang tegas dan eksplisit. Tujuan yang kabur atau terlalu umum akan membuat keseluruhan artikel terlihat tidak terarah. Tujuan yang jelas membantu editor dan reviewer menilai kontribusi penelitian sejak awal membaca naskah.
Artikel Jurnal Ditolak karena Metode Tidak Meyakinkan
Metode penelitian yang lemah sering menyebabkan artikel jurnal ditolak meskipun Bagian metode sering dianggap sudah lengkap, tetapi reviewer tetap menilai metode sebagai fondasi utama validitas penelitian. Jika metode tidak dijelaskan secara jelas, runtut, dan transparan, maka hasil penelitian akan diragukan meskipun bagian lain terlihat rapi. Ketidakjelasan metode membuat reviewer sulit menilai keandalan proses penelitian.
Penulis perlu menjelaskan metode secara ringkas tetapi tetap detail dan informatif. Jelaskan alasan pemilihan metode, prosedur penelitian, teknik pengumpulan data, serta langkah analisis secara logis dan berurutan. Dengan demikian, reviewer dapat menilai bahwa penelitian dilakukan secara sistematis, dapat direplikasi, dan memenuhi standar ilmiah jurnal.
Selain itu, metode harus relevan dan selaras dengan tujuan penelitian yang telah dirumuskan. Ketidaksesuaian antara tujuan dan metode akan menurunkan kredibilitas artikel secara keseluruhan. Oleh karena itu, penulis perlu memastikan bahwa setiap metode yang digunakan benar-benar mendukung pencapaian tujuan penelitian secara ilmiah.
Ditolak karena Pembahasan Terlalu Deskriptif
Banyak artikel jurnal ditolak karena pembahasan hanya mengulang hasil tanpa analisis mendalam yang memadai. Pembahasan seharusnya menafsirkan temuan penelitian, bukan sekadar menjelaskan ulang data yang sudah disajikan pada bagian hasil. Reviewer mengharapkan argumentasi ilmiah yang kuat, kritis, dan mampu menjelaskan makna temuan secara konseptual.
Penulis perlu mengaitkan temuan dengan teori dan penelitian sebelumnya yang relevan. Dengan demikian, artikel terasa berdialog dengan literatur yang ada dan menunjukkan posisi penelitian dalam peta keilmuan. Gunakan referensi yang tepat untuk memperkuat interpretasi dan menunjukkan bahwa temuan memiliki dasar teoritis yang jelas.
Selain itu, hindari pembahasan yang melebar ke luar topik utama penelitian. Pembahasan yang terlalu luas justru melemahkan fokus analisis. Oleh karena itu, tetaplah fokus pada isu utama agar pembahasan tetap tajam, terarah, dan sesuai dengan tujuan penelitian.
Ditolak karena Referensi Tidak Relevan
Referensi juga sering menjadi alasan artikel jurnal ditolak oleh editor sejak tahap awal penilaian. Editor menilai kualitas artikel melalui sumber yang digunakan penulis. Referensi yang usang, terbatas, atau tidak relevan akan menurunkan nilai akademik naskah secara signifikan.
Sebaiknya gunakan referensi dari jurnal bereputasi dan terbitan terbaru agar argumen lebih kuat. Referensi yang mutakhir menunjukkan bahwa penulis mengikuti perkembangan penelitian terkini di bidangnya. Selain itu, sertakan referensi yang sesuai dengan scope jurnal agar artikel terlihat kontekstual.
Perhatikan juga konsistensi gaya sitasi sesuai pedoman jurnal. Kesalahan kecil dalam penulisan referensi dapat memberi kesan kurang teliti dan tidak profesional. Akibatnya, editor dapat meragukan kesiapan artikel untuk masuk ke tahap review lebih lanjut.
Artikel Jurnal Ditolak karena Abstrak Tidak Representatif
Abstrak menjadi bagian pertama yang dibaca editor sebelum menilai bagian lain dari naskah. Oleh karena itu, artikel jurnal ditolak sering kali bermula dari abstrak yang tidak representatif atau kurang informatif. Abstrak yang terlalu umum atau terlalu teknis akan menyulitkan editor memahami fokus, arah, dan kontribusi utama artikel secara cepat.
Abstrak perlu mencerminkan tujuan, metode, dan kontribusi penelitian secara singkat namun jelas. Gunakan kalimat aktif dan lugas agar pesan utama tersampaikan dengan baik dalam ruang terbatas. Dengan abstrak yang kuat, editor akan lebih tertarik membaca naskah secara utuh dan mempertimbangkannya ke tahap berikutnya.
Selain itu, pastikan abstrak selaras dengan isi artikel secara keseluruhan. Ketidaksesuaian antara abstrak dan isi, baik dari segi tujuan maupun hasil, akan menurunkan kepercayaan editor. Konsistensi ini penting agar abstrak benar-benar berfungsi sebagai ringkasan yang akurat dan meyakinkan.
Ditolak karena Tidak Mengikuti Pedoman
Pedoman penulisan sering diabaikan, padahal hal ini membuat artikel jurnal ditolak dengan cepat pada tahap awal seleksi. Editor menganggap ketidakpatuhan terhadap pedoman sebagai tanda kurangnya keseriusan, ketelitian, dan profesionalisme penulis dalam menyiapkan naskah ilmiah.
Perhatikan format penulisan, jumlah kata, gaya sitasi, jenis huruf, hingga struktur artikel yang diminta jurnal. Dengan mengikuti pedoman secara konsisten, penulis menunjukkan sikap profesional dan menghargai standar jurnal. Akibatnya, editor lebih percaya pada kualitas naskah dan kesiapan artikel untuk diproses lebih lanjut.
Selain itu, pedoman penulisan mencerminkan karakter, fokus, dan standar kualitas jurnal. Menyesuaikan artikel dengan pedoman berarti menyesuaikan diri dengan standar jurnal tersebut. Langkah ini membantu artikel terlihat lebih rapi, selaras, dan layak masuk ke tahap review oleh reviewer.
Strategi Menghindari Artikel Jurnal Ditolak
Untuk menghindari artikel jurnal ditolak, penulis perlu melakukan evaluasi menyeluruh sebelum mengirimkan naskah ke jurnal tujuan. Pastikan topik sesuai scope jurnal, kontribusi ilmiah dijelaskan secara tegas, dan seluruh bagian artikel saling terhubung secara logis. Dengan pendekatan yang sistematis ini, peluang artikel diterima akan meningkat secara signifikan.
Selain itu, penulis dapat meminta masukan dari rekan sejawat, dosen pembimbing, atau konsultan akademik yang berpengalaman. Sudut pandang eksternal sering membantu menemukan kelemahan argumen, ketidakkonsistenan alur, atau kesalahan teknis yang terlewat. Dengan demikian, artikel dapat diperbaiki dan disempurnakan sebelum masuk tahap review.
Menulis artikel jurnal bukan hanya soal kelengkapan struktur, tetapi juga kesesuaian, kedalaman analisis, dan kualitas ilmiah. Dengan memahami alasan penolakan sejak awal, penulis dapat menyusun artikel yang lebih matang, terarah, dan kompetitif dalam proses seleksi jurnal ilmiah.
Ingin memastikan artikel jurnal kamu tidak ditolak meski sudah lengkap? Konsultasikan naskahmu bersama tim profesional kami, hubungi nomor ini sekarang dan tingkatkan peluang publikasi kamu.
Baca juga : Scope dan Focus Jurnal: Tips Menyesuaikan Artikel agar Lolos Review

