
Memahami Dinamika Tren Akreditasi Jurnal di Indonesia
Perkembangan publikasi ilmiah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perubahan signifikan, terutama setelah pemerintah memperkuat skema akreditasi melalui Science and Technology Index (SINTA). Penilaian ini menjadi standar resmi untuk melihat kualitas, kredibilitas, dan dampak jurnal akademik di tingkat nasional. Tidak mengherankan jika tren akreditasi jurnal menjadi pembahasan hangat di kalangan pengelola jurnal, dosen, dan peneliti.
Perubahan regulasi yang terus diperbarui oleh Kemendikbudristek mendorong peningkatan kualitas editorial, tata kelola publikasi, hingga etika penulisan. Dampaknya mulai terlihat dengan meningkatnya jumlah jurnal yang meraih peringkat lebih tinggi, seperti SINTA 2 dan SINTA 3. Fenomena ini bukan hanya meningkatkan daya saing jurnal Indonesia, tetapi juga memperkuat posisi riset Indonesia dalam kancah ilmiah internasional.
Faktor yang Mendorong Kenaikan Tren Akreditasi Jurnal
Kenaikan peringkat akreditasi tidak terjadi secara kebetulan. Ada sejumlah faktor utama yang mendorong perubahan ini, baik dari sisi pengelola jurnal maupun kebijakan pemerintah. Menganalisis faktor-faktor ini penting untuk memahami mengapa tren akreditasi jurnal terus menunjukkan peningkatan yang konsisten.
1. Penerapan Standar Manajemen Jurnal yang Lebih Ketat
Pengelola jurnal kini semakin memahami pentingnya sistem manajemen editorial yang profesional. Banyak jurnal beralih dari pengelolaan manual menuju sistem editorial online berstandar internasional seperti OJS versi terbaru. Standar ini mempermudah proses review, meminimalkan kesalahan editorial, dan menambah transparansi.
Selain itu, peningkatan kualitas template artikel, penyelarasan gaya selingkung, serta penggunaan DOI mulai menjadi kewajiban. Semua aspek tersebut berkontribusi pada naiknya penilaian akreditasi.
2. Penguatan Etika Publikasi Ilmiah
SINTA menaruh perhatian besar pada integritas ilmiah. Jurnal yang mampu membuktikan komitmen terhadap antiplagiasi, proses peer review yang ketat, dan kebijakan etika publikasi yang jelas cenderung memperoleh penilaian lebih baik.
Bahkan, beberapa jurnal mengalami penurunan peringkat karena lemahnya dokumentasi etika publikasi. Sebaliknya, jurnal yang memperkuat bagian ini konsisten mengalami peningkatan.
3. Kualitas Peer Review yang Lebih Baik
Kualitas reviewer sangat menentukan penilaian akhir jurnal. Banyak jurnal kini mengembangkan basis reviewer lintas institusi dan lintas negara untuk meningkatkan mutu konten. Reviewer dengan kompetensi tinggi memberikan nilai tambah pada artikel yang diterbitkan.
Bahkan, beberapa jurnal mulai memberikan pelatihan khusus bagi reviewer untuk meningkatkan objektivitas dan akurasi hasil penilaian.
4. International Exposure dan Sitasi
Indeks SINTA menilai tingkat sitasi sebagai indikator penting. Oleh karena itu, banyak jurnal berupaya meningkatkan keterbacaan internasional, misalnya dengan menggunakan bahasa Inggris, menambahkan penulis asing, dan memperkuat kehadiran di database global seperti DOAJ dan Google Scholar.
5. Konsistensi Penerbitan dan Ketepatan Waktu
Jurnal yang disiplin dalam jadwal publikasi menunjukkan profesionalitas editorial. Hal ini menjadi salah satu kriteria utama akreditasi. Jurnal yang tidak konsisten biasanya diturunkan peringkatnya.
Sebaliknya, jurnal yang terus menerbitkan tepat waktu dan konsisten dengan frekuensi publikasi mendapatkan nilai lebih tinggi.
Bagaimana Tren Akreditasi Jurnal Terlihat dalam Data SINTA Terbaru
Dalam beberapa update terakhir, terlihat perubahan besar pada distribusi peringkat jurnal Indonesia. Beberapa kecenderungan yang muncul:
1. Jurnal SINTA 2 Bertambah Signifikan
Banyak jurnal yang sebelumnya berada pada peringkat SINTA 3 dan SINTA 4 mengalami kenaikan. Ini menunjukkan bahwa standar pengelolaan jurnal semakin membaik.
Kenaikan ini umumnya terjadi pada jurnal dari kampus-kampus besar serta jurnal yang sudah memiliki reputasi internasional.
2. Peningkatan Jurnal Baru yang Langsung Masuk Peringkat Menengah
Menariknya, beberapa jurnal baru berhasil langsung masuk peringkat SINTA 3 berkat tata kelola modern sejak awal. Dengan memulai pengelolaan secara profesional sejak awal berdiri, mereka mampu mencapai kualitas yang stabil dalam waktu singkat.
3. Penurunan Peringkat Jurnal yang Tidak Adaptif
Meskipun banyak jurnal naik peringkat, ada pula jurnal yang mengalami penurunan, biasanya karena:
- keterlambatan publikasi
- kualitas artikel menurun
- dokumentasi etika publikasi tidak lengkap
- kurangnya sitasi dan eksposur internasional
Fenomena ini menunjukkan bahwa peningkatan peringkat tidak cukup; jurnal harus terus beradaptasi dengan tuntutan kualitas.
Tantangan Pengelola dalam Mengikuti Tren Akreditasi Jurnal
Di balik kenaikan peringkat tersebut, pengelola jurnal menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Tantangan ini harus dipahami untuk menjaga keberlanjutan kualitas jurnal.
1. Keterbatasan Sumber Daya Manusianya
Tidak semua jurnal memiliki tim editorial yang besar atau berpengalaman. Banyak pengelola jurnal masih bekerja secara sukarela, sehingga beban kerjanya cukup tinggi.
2. Minimnya Pelatihan Editorial
Untuk memenuhi standar akreditasi, editor perlu memahami berbagai aspek:
- penyuntingan ilmiah
- etika publikasi
- sistem manajemen jurnal
- pengelolaan reviewer
Beberapa institusi belum memiliki pelatihan rutin untuk mendukung tim jurnal.
3. Kebutuhan Adaptasi Teknologi
Pengelola jurnal perlu memperbarui OJS, menambah plugin, menata metadata, serta memperkuat indexing. Ini memerlukan keahlian teknis yang tidak dimiliki semua orang.
4. Meningkatnya Standar Penilaian SINTA
Setiap pembaruan SINTA sering mengandung standar tambahan yang harus dipenuhi. Meski bertujuan baik, hal ini menuntut kerja ekstra bagi pengelola.
Peluang di Tengah Meningkatnya Tren Akreditasi Jurnal
Meski ada tantangan, kenaikan tren akreditasi juga membuka peluang besar bagi jurnal Indonesia untuk tumbuh lebih kuat.
1. Meningkatnya Kepercayaan Peneliti
Jurnal dengan peringkat lebih tinggi lebih dipercaya penulis. Hal ini membantu jurnal mendapatkan artikel berkualitas tinggi secara berkelanjutan.
2. Dukungan Institusi yang Semakin Besar
Banyak universitas mulai menyediakan:
- pendanaan jurnal
- pelatihan reviewer
- insentif publikasi
- modernisasi infrastruktur OJS
Ini mempercepat perkembangan kualitas jurnal di dalam kampus.
3. Integrasi Jurnal dengan Indeks Internasional
Seiring meningkatnya kualitas, lebih banyak jurnal masuk ke DOAJ, Copernicus, atau database global lainnya. Hal ini meningkatkan peluang visibilitas internasional dan menambah sitasi.
4. Kolaborasi Penulis dan Reviewer Lintas Negara
Semakin banyak jurnal yang berhasil menarik penulis dan reviewer dari luar negeri. Ini sangat berdampak pada akreditasi.
Strategi Efektif untuk Mengikuti Tren Akreditasi Jurnal
Untuk menjaga kualitas dan meningkatkan peringkat akreditasi, jurnal perlu menerapkan strategi yang tepat.
1. Penguatan Kebijakan dan SOP Jurnal
Editor harus membuat standar operasional tertulis terkait:
- proses review
- peninjauan ulang artikel
- penanganan plagiasi
- tata kelola editorial
SOP yang jelas membantu mempercepat proses penilaian dan meminimalkan kesalahan.
2. Optimalisasi OJS
Pastikan jurnal memperbarui:
- OJS ke versi terbaru
- metadata artikel
- DOI untuk semua artikel
- penggunaan plugin indexing
Ini menjadi indikator kuat dalam evaluasi SINTA.
3. Peningkatan Kualitas Artikel
Kurasi artikel agar tetap memenuhi standar ilmiah dengan:
- memastikan novelty
- memperkuat metodologi
- meningkatkan sitasi literatur terbaru
- menghindari artikel yang kurang relevan
Artikel berkualitas tinggi meningkatkan reputasi jurnal secara keseluruhan.
4. Mengembangkan Jaringan Reviewer
Reviewer berkompeten memberikan nilai tambah bagi jurnal. Pengelola perlu memperluas jejaring nasional dan internasional untuk memperkaya proses penilaian.
5. Memperkuat Promosi Digital
Strategi promosi dapat dilakukan melalui:
- website jurnal
- media sosial
- kampanye sitasi
- kolaborasi webinar
Semakin banyak artikel dikutip, semakin tinggi nilai yang diterima di SINTA.
Masa Depan Tren Akreditasi Jurnal di Indonesia
Dengan semakin banyaknya jurnal berkualitas tinggi, masa depan publikasi ilmiah Indonesia terlihat cerah. Jurnal yang berhasil mengikuti perkembangan standar evaluasi akan mampu bertahan dan berkembang.
Ke depannya, sistem akreditasi kemungkinan akan semakin mendekati standar internasional. Hal ini membuat jurnal Indonesia lebih kompetitif dan memiliki potensi besar untuk diakui secara global.
Butuh bantuan meningkatkan kualitas jurnal atau persiapan akreditasi SINTA? Hubungi kami sekarangdan dapatkan konsultasi terbaik untuk pengembangan jurnal Anda!
Baca Juga : Mengenal Indikator Kualitas Artikel Scopus untuk Meningkatkan Peluang Publikasi

