
Dunia akademik menuntut mahasiswa untuk tidak hanya meneliti, tetapi juga mempublikasikan hasil karya mereka. Bagi banyak mahasiswa, menembus jurnal yang terindeks Directory of Open Access Journals (DOAJ) adalah sebuah pencapaian prestisius. Jurnal berindeks DOAJ menawarkan visibilitas global dan kredibilitas tinggi. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa tingkat penolakan artikel mahasiswa masih sangat tinggi. Mengapa hal ini terjadi? Seringkali, penyebab utamanya bukanlah kualitas penelitian yang buruk, melainkan kesalahan teknis yang mendasar saat proses pengiriman naskah.
Banyak mahasiswa merasa frustrasi ketika menerima surat penolakan tanpa memahami letak kesalahannya. Mereka beranggapan bahwa data yang valid sudah cukup untuk menjamin penerimaan. Padahal, editor jurnal memiliki standar ketat terkait format, lingkup, dan etika yang harus penulis patuhi sebelum naskah masuk ke tahap review substansi. Ketidakcermatan dalam membaca panduan penulis (author guidelines) menjadi akar masalah yang paling dominan.
Artikel ini hadir untuk membedah secara mendalam berbagai kelalaian teknis tersebut. Kami akan mengajak Anda menelusuri lima aspek krusial yang sering menjadi batu sandungan. Dengan memahami poin-poin ini, Anda dapat mempersiapkan naskah dengan lebih matang, meningkatkan peluang penerimaan, dan memastikan karya ilmiah Anda terpublikasi di tempat yang layak. Mari kita mulai analisis ini agar Anda tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Memahami Kesalahan Submit Jurnal DOAJ pada Format Penulisan
Kesalahan paling awal dan paling fatal yang sering editor temukan adalah ketidaksesuaian format naskah dengan template jurnal. Banyak mahasiswa mengabaikan pentingnya template ini dan menganggap remeh detail tata letak. Padahal, kesalahan submit jurnal DOAJ sering bermula dari sini. Editor jurnal biasanya melakukan penyaringan awal (desk rejection) hanya dengan melihat tampilan visual artikel. Jika naskah Anda tidak mengikuti gaya selingkung, seperti penggunaan font, ukuran margin, atau tata letak kolom yang salah, editor akan langsung menolaknya tanpa membaca isinya. Mahasiswa sering kali hanya menyalin naskah skripsi mereka mentah-mentah ke dalam format artikel tanpa menyesuaikan struktur bab yang jurnal minta. Misalnya, menggabungkan hasil dan pembahasan padahal jurnal meminta pemisahan, atau sebaliknya.
Selain tata letak, inkonsistensi dalam penulisan juga menjadi sorotan utama. Penggunaan huruf kapital, penomoran sub-bab, hingga cara penulisan tabel dan gambar sering kali luput dari perhatian. Mahasiswa kerap mengirimkan gambar dengan resolusi rendah atau tabel yang berupa potongan gambar (screenshot), bukan tabel yang dapat diedit. Hal ini sangat menyulitkan tim layout jurnal nantinya. Anda harus memahami bahwa editor mencari naskah yang “siap terbit” dengan intervensi minimal. Mengirimkan naskah yang berantakan memberikan kesan bahwa penulis tidak serius dan tidak profesional.
Oleh karena itu, langkah pertama yang wajib Anda lakukan adalah mengunduh template terbaru dari laman jurnal tujuan. Jangan menggunakan template lama yang Anda dapatkan dari teman atau internet, karena jurnal sering memperbarui standar mereka. Baca instruksi penulis dengan teliti, baris demi baris. Pastikan setiap komponen, mulai dari abstrak hingga daftar pustaka, sudah sesuai aturan. Menginvestasikan waktu untuk merapikan format adalah strategi jitu menghindari kesalahan submit jurnal DOAJ di tahap awal. Ingat, kesan pertama naskah Anda sangat menentukan nasib publikasi Anda ke depannya.
Mengabaikan Scope Publikasi sebagai Kesalahan Submit Jurnal DOAJ
Aspek kedua yang sering menjadi penyebab penolakan instan adalah ketidaksesuaian topik artikel dengan Focus and Scope jurnal. Mahasiswa sering kali melakukan kesalahan submit jurnal DOAJ dengan mengirimkan artikel secara acak ke jurnal mana pun yang sedang membuka penerimaan naskah, tanpa meriset terlebih dahulu bidang kajian jurnal tersebut. Misalnya, seorang mahasiswa mengirimkan artikel tentang metode pengajaran bahasa ke sebuah jurnal yang fokus utamanya adalah linguistik murni atau sastra. Meskipun sama-sama berada dalam payung ilmu bahasa, fokus kajiannya berbeda jauh. Editor pasti akan menolak naskah tersebut karena tidak relevan dengan target pembaca mereka.
Kesalahan ini menunjukkan kurangnya riset pendahuluan oleh penulis. Jurnal DOAJ memiliki spesialisasi yang sangat spesifik untuk menjaga kualitas dan identitas terbitan mereka. Mengirimkan naskah yang salah alamat (“wrong journal”) tidak hanya membuang waktu editor, tetapi juga membuang waktu berharga Anda sebagai penulis. Proses menunggu keputusan editor bisa memakan waktu berminggu-minggu, dan mendapatkan penolakan hanya karena salah alamat adalah kerugian besar. Mahasiswa harus proaktif membuka menu “About the Journal” di OJS (Open Journal Systems) dan membaca dengan seksama ruang lingkup keilmuan yang mereka terima.
Lebih jauh lagi, ketidaksesuaian ini juga bisa terjadi pada level kedalaman materi. Ada jurnal yang hanya menerima penelitian lapangan (research article), namun mahasiswa justru mengirimkan ulasan literatur (literature review) atau opini. Atau sebaliknya, jurnal yang fokus pada teori justru menerima naskah yang sangat praktis dan teknis. Memahami “selera” dan visi jurnal adalah kunci. Sebelum mensubmit, cobalah membaca 2-3 artikel terbaru yang telah terbit di jurnal tersebut. Jika artikel Anda memiliki “napas” dan gaya yang serupa, maka Anda berada di jalur yang tepat. Hindari kesalahan submit jurnal DOAJ ini dengan melakukan pemetaan target jurnal yang cermat sejak awal penyusunan naskah.
Masalah Kualitas Referensi dan Sitasi yang Buruk
Kualitas referensi adalah indikator penting yang menentukan kedalaman riset sebuah artikel ilmiah. Banyak mahasiswa gagal memenuhi standar ini karena kurang memahami pentingnya sumber yang kredibel dan mutakhir. Berikut beberapa poin penting yang perlu diperhatikan:
- Dominasi Referensi Lama
Menggunakan sumber berusia lebih dari 10 tahun menandakan penulis tidak mengikuti perkembangan ilmu terbaru. Di bidang sains dan teknologi, hal ini sangat krusial karena kemajuan terjadi dengan cepat. - Kurangnya Sumber Primer
Editor jurnal DOAJ mengharapkan mayoritas referensi berasal dari artikel jurnal primer terbaru dalam 5–10 tahun terakhir. Mengandalkan buku lama, ringkasan, atau blog membuat artikel terlihat lemah dan tidak ilmiah. - Manajemen Sitasi yang Buruk
Menyusun daftar pustaka secara manual sangat berisiko. Kesalahan kecil seperti typo, format tidak konsisten, atau referensi yang tidak cocok dengan kutipan dalam teks sering memicu penolakan awal. - Tidak Menggunakan Perangkat Sitasi
Banyak mahasiswa enggan memakai Mendeley, Zotero, atau EndNote. Padahal, aplikasi ini membantu menjaga konsistensi, mempercepat proses pengutipan, dan mencegah kesalahan teknis. - Dampaknya pada Substansi Artikel
Referensi yang buruk membuat argumen terlihat lemah dan tidak terdukung teori yang kuat. Artikel dengan sedikit sumber primer sulit diterima di jurnal bereputasi. - Solusi dan Langkah Perbaikan
Lakukan penelusuran pustaka yang menyeluruh. Gunakan Google Scholar, Scopus, atau DOAJ untuk mencari sumber mutakhir. Pastikan daftar pustaka rapi, relevan, dan mencerminkan integritas akademik Anda.
Kelalaian Etika Publikasi Jadi Kesalahan Submit Jurnal DOAJ
Integritas akademik adalah harga mati dalam publikasi ilmiah. Namun, pelanggaran etika masih sering terjadi dan menjadi kesalahan submit jurnal DOAJ yang paling tidak bisa mentolerir. Salah satu bentuk pelanggaran yang paling umum adalah plagiarisme. Banyak mahasiswa belum memahami batasan antara mengutip dan menjiplak. Mereka sering kali hanya menyalin kalimat dari sumber lain tanpa melakukan parafrase yang memadai (patchwriting), sehingga terdeteksi memiliki tingkat kemiripan (similarity index) yang tinggi saat pengecekan Turnitin atau iThenticate. Jurnal DOAJ biasanya menetapkan batas toleransi kemiripan di bawah 20% atau 25%. Jika naskah Anda melebihi angka tersebut, penolakan adalah hal yang pasti.
Selain plagiarisme, isu double submission juga merupakan pelanggaran berat. Karena ingin cepat terbit, mahasiswa kadang mengirimkan satu naskah yang sama ke dua atau lebih jurnal secara bersamaan. Mereka berpikir ini adalah strategi cerdas untuk menghemat waktu, padahal ini adalah dosa besar dalam etika publikasi. Jika kedua jurnal tersebut memproses naskah dan mengetahuinya, nama penulis bisa masuk dalam daftar hitam (blacklist) antar pengelola jurnal. Penulis harus menunggu keputusan dari satu jurnal (diterima atau ditolak) sebelum boleh mengirimkannya ke jurnal lain. Anda harus menghormati proses kerja editor dan reviewer yang telah meluangkan waktu sukarela mereka.
Masalah kepenulisan (authorship) juga kerap timbul. Mahasiswa sering lupa mencantumkan nama dosen pembimbing atau salah dalam mengurutkan nama penulis sesuai kontribusi. Atau sebaliknya, mencantumkan nama teman yang tidak berkontribusi sama sekali (gift authorship). Semua penulis yang tercantum harus mengetahui dan menyetujui pengiriman naskah tersebut. Pastikan Anda memiliki surat pernyataan etika (ethical statement) yang sudah tertandatangani jika jurnal memintanya. Menjaga etika bukan hanya soal aturan, tapi soal reputasi jangka panjang Anda di dunia akademik. Hindari kesalahan submit jurnal DOAJ terkait etika ini agar karir Anda tidak terhambat kasus memalukan.
Kesimpulan
Mengirimkan artikel ke jurnal DOAJ merupakan sebuah perjalanan yang membutuhkan ketelitian tinggi, bukan sekadar memindahkan tugas akhir ke dalam format baru. Dari pembahasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa kesalahan teknis seperti format, lingkup jurnal, referensi, etika, dan metadata memiliki dampak yang sama besarnya dengan kualitas konten penelitian itu sendiri. Untuk menghindari kesalahan tersebut, diperlukan perubahan pola pikir dari “sekadar menggugurkan kewajiban” menjadi “menghasilkan karya profesional”. Proses publikasi harus dipandang sebagai ajang pembuktian kualitas akademik yang sesungguhnya.
Kini, bola ada di tangan Anda. Jangan biarkan naskah penelitian hanya tersimpan di laci hard disk karena ketakutan akan penolakan atau kemalasan memperbaiki detail teknis. Gunakan poin analisis di atas sebagai daftar periksa sebelum Anda menekan tombol Submit. Tanyakan pada diri Anda, apakah naskah ini sudah sesuai template, sudah tepat sasaran, dan sudah memenuhi standar etika publikasi. Jika belum, ini saatnya melakukan revisi menyeluruh.
Apakah Anda siap menembus jurnal impian Anda? Mulailah dengan mengunduh template jurnal tujuan dan perbaiki struktur naskah sejak hari ini. Jika Anda membutuhkan pendampingan profesional, tim kami siap membantu mulai dari editing naskah, penyusunan referensi, perbaikan template, sampai layanan publikasi jurnal nasional ataupun internasional bereputasi.
Hubungi kami sekarang untuk konsultasi gratis dan pastikan naskah Anda dipersiapkan dengan standar terbaik. Kunjungi Software Mahasiswa.
Baca juga: Analisis Peluang Publikasi Mahasiswa: Jurnal Scopus, DOAJ, dan SINTA

